Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2000, dengan tujuan untuk mengatasi tantangan global seperti kemiskinan, kelaparan, dan penyakit. MDG 3 secara khusus berfokus pada peningkatan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dengan mengakui bahwa mencapai kesetaraan gender bukan hanya merupakan hak asasi manusia yang mendasar tetapi juga merupakan landasan yang diperlukan untuk dunia yang damai, sejahtera, dan berkelanjutan.
MDG 3 menetapkan target khusus untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam pendidikan, termasuk memastikan akses yang setara terhadap pendidikan bagi anak perempuan dan laki-laki di semua tingkatan, menghilangkan kesenjangan gender dalam pendidikan dasar dan menengah, dan meningkatkan jumlah perempuan dalam posisi kepemimpinan di bidang politik, bisnis, dan masyarakat. Meskipun kemajuan telah dicapai dalam mencapai tujuan-tujuan ini, masih terdapat kesenjangan yang signifikan dalam akses terhadap pendidikan dan peluang bagi perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia.
Pada tahun 2015, PBB mengadopsi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) untuk melanjutkan kemajuan yang dicapai dalam MDGs dan mengatasi tantangan yang masih ada. SDG 4 berfokus pada memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil untuk semua, sedangkan SDG 5 bertujuan untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan. Sasaran-sasaran ini dibangun berdasarkan landasan yang ditetapkan oleh MDG 3 dan memberikan kerangka kerja bagi negara-negara untuk terus berupaya mencapai kesetaraan gender dalam pendidikan dan bidang-bidang lainnya.
MDG 99, sebuah inisiatif baru yang diluncurkan pada tahun 2021, melanjutkan kemajuan yang dicapai berdasarkan MDG 3 dan SDGs untuk lebih mentransformasikan pendidikan dan kesetaraan gender di seluruh dunia. MDG 99 mengakui bahwa pendidikan adalah pendorong utama kesetaraan dan pemberdayaan gender, dan bahwa investasi dalam pendidikan bagi anak perempuan dan perempuan mempunyai manfaat yang luas bagi individu, keluarga, komunitas, dan masyarakat secara keseluruhan.
Salah satu prioritas utama MDG 99 adalah memastikan bahwa semua anak perempuan mempunyai akses terhadap pendidikan berkualitas, termasuk di bidang-bidang di mana mereka mungkin menghadapi hambatan seperti kemiskinan, konflik, atau diskriminasi. Hal ini mencakup upaya untuk meningkatkan infrastruktur sekolah, melatih guru dalam metode pengajaran yang sensitif gender, memberikan beasiswa dan dukungan keuangan untuk anak perempuan, dan mengatasi norma budaya dan sikap yang mungkin membatasi akses anak perempuan terhadap pendidikan.
MDG 99 juga bertujuan untuk mendorong kesetaraan gender dalam peran kepemimpinan dan pengambilan keputusan, dengan menyadari bahwa suara dan perspektif perempuan sangat penting untuk membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini mencakup upaya untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di pemerintahan, bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil, serta memberdayakan perempuan untuk mengadvokasi hak-hak mereka dan berpartisipasi penuh dalam kehidupan publik.
Dengan berfokus pada pendidikan dan kesetaraan gender, MDG 99 tidak hanya mengubah kehidupan individu perempuan dan anak perempuan namun juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi yang lebih luas. Penelitian telah menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan anak perempuan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, hasil kesehatan yang lebih baik, dan partisipasi politik yang lebih besar bagi perempuan, serta peningkatan hasil bagi keluarga dan komunitas mereka.
Saat kita berupaya mencapai tujuan MDG 99, penting bagi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, dan individu untuk berperan dalam mendukung kesetaraan gender dan pendidikan untuk semua. Dengan bekerja sama, kita dapat menciptakan dunia yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.